Minggu, 07 Oktober 2012


Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu.

Dalam Islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan tentang pemimpin yang baik diantaranya :

1.Beriman dan Beramal Shaleh


Ini sudah pasti tentunya. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah dan rasulnya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akherat. Disamping itu juga harus yang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal soleh. 

2.Niat yang Lurus 

Hendaklah saat menerima suatu tanggung jawab, dilandasi dengan niat sesuai dengan apa yang telah Allah perintahkan.Karena suatu amalan itu bergantung pada niatnya, itu semua telah ditulis dalam H.R bukhari-muslimDari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin al-Khaththāb r.a, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” Karena itu hendaklah menjadi seorang pemimpin hanya karena mencari keridhoan ALLAH saja dan sesungguhnya kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.


3.Laki-Laki

Dalam Al-qur'an surat An nisaa' (4) :34 telah diterangkan bahwa laki laki adalah pemimpin dari kaum wanita. 

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara “(mereka; maksudnya, Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik).

Ayat ini menegaskan tentang kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita. Menurut Imam Ibnu Katsir, lelaki itu adalah pemimpin wanita, hakim atasnya, dan pendidiknya. Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik, sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki, dan demikian pula kepemimpinan tertinggi. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya). 

4.Tidak Meminta Jabatan

Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu,”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin.Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

5.Berpegang pada Hukum Allah.

Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin.Allah berfirman,”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (al-Maaidah:49).

6.Memutuskan Perkara Dengan Adil

Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).

7.Menasehati rakyat

Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”

8.Tidak Menerima Hadiah

Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati.Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya.Rasulullah bersabda,” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani).

9.Tegas

ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah, SWT dan rasulnya.

10.Lemah Lembut 

Doa Rasullullah,’ Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya.
Selain poin- poin yang ada di atas seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki STAF. STAF disini bukanlah staf dari pemimpin, melainkan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. STAF yang dimaksud di sini adalah Sidiq(jujur),Tablig(menyampaikan),amanah(dapat dipercaya),fatonah(cerdas)
Sidiq itu berarti jujur. Bila seorang pemimpin itu jujur maka tidak adalagi KPK karena tidak adalagi korupsi yang terjadi dan jujur itu membawa ketenangan, kitapun diperintahkan jujur walaupun itu menyakitkan.Tablig adalah menyampaikan, menyampaikan disini dapat berupa informasi juga yang lain. Selain menyampaikan seorang pemimpin juga tidak boleh menutup diri saat diperlukan rakyatnya karena Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah bersabda,” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim). Karena itu seorang pemimpin harus ahli sehingga dapat dipercaya.Fatonah ialah cerdas. Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.
Setelah kita mengetahui sebagian ciri- ciri pemimpin menurut islam. Marilah kita memilih dan membuat diri kita mendekati bahkan jika bisa menjadi seperti ciri- ciri pemimpin diatas karena kita merupakan Mahasiswa dan sebagai penerus bangsa.
=======================================================================
Terimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca artikel ini.Semoga dari lebih dari satu orang yang membaca artikel ini ada yang menjadi pemimpin yang adil & bijaksana bagi nusa dan bangsa....
AMIN....

Seberapa sering Anda harus mengganti sikat gigi Anda?


Sikat gigi Anda adalah dasar dari kesehatan mulut yang baik. Ketika berbicara tentang kesehatan mulut, itu tidak hanya tentang senyum mempesona dan nafas segar. Kesehatan mulut yang buruk juga bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik, jadi bagaimana dan kapan menggunakannya, dan bahkan seberapa sering Anda menggantinya itu benar-benar penting.

1. Ganti sikat gigi Anda secara rutin : Minimal, Anda sebaiknya mengganti
    sikat gigi setiap 3 bulan. Siapkan sikat gigi lebih dan buat catatan tentang
    kapan harus menggantinya supaya tidak lupa.

2. Di suhu udara yang terlalu dingin : Kuman menempel lama di sikat gigi.
    Ganti ke sikat gigi yang baru jika Anda menggunakannya di suhu yang
    terlalu dingin.

3. Ganti sikat gigi yang rusak : Jika bulu sikat gigi Anda terlihat rusak dan
    bentuknya tidak beraturan bahkan sebelum lewat 3 bulan, cepat ganti
    dengan yang baru.


4. Periksa indikatornya : Beberapa merek sikat gigi mempunyai indikator bulu
    yang akan memberitahukan Anda jika sudah waktunya untuk diganti dengan
    yang baru. Meskipun terlihat masih bisa dipakai, tetap ikuti aturan 3 bulan
    itu.

5. Ketika direkomendasikan dokter gigi Anda : Jika dokter gigi Anda yang
    merekomendasikannya, ya berarti ini waktunya untuk mengganti sikat gigi  
    Anda.

6. Setelah digunakan oleh orang lain : Berbagi sikat gigi yang sama mungkin
    terdengar romantis dan akrab, tapi bukan itu masalahnya. Belilah yang baru
    untuk menyikat gigi Anda sendiri dan beli beberapa lagi untuk persediaan.

8 alasan anak pura-pura sakit dan menghindari sekolah


Si kecil sering malas masuk sekolah hingga sengaja membuat alasan sakit unuk membolos? Jangan marah dulu moms, bisa saja ada sesuatu pada si kecil hingga dia bertindak seperti itu. Ada berbagai alasan mengapa seorang anak mungkin berpura-pura sakit untuk menghindari sekolah.

1. Diganggu di sekolah
Jika anak tidak dapat mengatasi gangguan atau dikerjai secara fisik maupun emosional di sekolah, itu dapat menurunkan harga dirinya, depresi, dan masalah lainnya.
Yang harus dilakukan: Bicaralah dengan guru atau kepala sekolah. Jelaskan pada anak Anda bahwa lebih baik untuk menghadapi permasalahan daripada membiarkannya.

2. Takut terhadap guru
Guru yang ketat dan galak dapat menakut-nakuti beberapa anak karena nada dan sikap menuntut mereka.
Yang harus dilakukan: Mintalah anak Anda untuk menceritakan mengapa ia menganggap gurunya menakutkan.

3. Pelajaran yang susah
Anak-anak yang tidak merasa mudah dalam memahami pelajarannya cenderung merasa frustrasi dan tidak suka pergi ke sekolah.
Yang harus dilakukan: Duduk dengan anak Anda dan bantu dia belajar. Jangan lupa berilah pujian atas keberhasilannya dan hiburlah untuk membantu memperkuat rasa percaya dirinya.

4. Konflik dengan teman sekelas
Pertengkaran dengan teman atau suatu kelompok dengan anak Anda dapat memberikannya kekecewaan yang besar.
Yang harus dilakukan: Bicaralah dengan anak Anda dan cari tahu apa yang terjadi. Yakinkan dia bahwa ada banyak teman lain dan kelompok yang akan menghargainya.

5. Masalah keluarga
Kesedihan yang mendalam tentang keluarganya dapat menjadi alasan seorang anak ingin tinggal di rumah.
Yang harus dilakukan: Dengarkan ceritanya dan bantu anak Anda membuka diri dan berbagi mengenai perasaannya.

6. Merasa kehilangan sosok orang tua
Berjam-jam waktu yang para orang tua habiskan di kantor dan pekerjaan cenderung membuat seorang anak menginginkan ada waktu dengan ayah dan ibunya.
Yang harus dilakukan: Upayakan untuk pulang cepat sesekali. Bawa anak Anda ke sekolah bersamaan dengan waktu Anda berangkat kerja. Perlakukan akhir pekan sebagai waktu yang sakral bagi keluarga.

7. Lebih menyenangkan di rumah
Video game dan mainan terbaru bisa menjadi godaan besar bagi anak-anak untuk tinggal di rumah.
Yang harus dilakukan: Tunjukkan contoh-contoh spesifik yang menunjukkan bahwa sekolah juga menyenangkan. Ingatkan dia kegembiraan ketika belajar dan waktu yang menyenangkan bersama dengan teman-temannya.

8. Dia terlalu lelah
Anak-anak bisa stres dengan sekolah yang terlalu banyak dan kegiatan setelah jam sekolah.
Yang harus dilakukan: Periksa jadwal anak-anak Anda. Mungkin Anda dapat mengidentifikasi kegiatan ekstrakurikulernya yang dapat dikurangi.

Sabtu, 06 Oktober 2012

7 Hikmah dan Keutamaan Qurban ‘Idul Adha


Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:
1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban
Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah
Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]
Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

Rep/Red: Shabra Syatila 
Sumber: 1bulu1kebaikan